Tuesday, January 22, 2013

Kalau cinta..




Bismillahirrahmanirrahiim..

Kalau memang merasa tidak baik, tidak bagus, bergelimang kekurangan di sana-sini.
Lalu merasa tidak pantas.

Mestinya memaksa diri untuk belajar menjadi baik, belajar menjadi lebih bagus, menambali kekurangan di sana-sini dengan kebaikan.
Lalu memantaskan diri.

Karena kalau hanya bersungut saja, terpuruk saja, galau dan gelisah saja.
Lalu berdiam diri.
Apa gunanya?

Yang buruk akan tetap buruk, yang jelek masih akan jelek, dan kekurangan disana-sini akan tetap ada.
Atau malah bertambah.
Lalu menyesal saja yang tersisa.
Apa gunanya?

Bukankah Allah sudah anugerahi manusia dengan segala potensi akal dan hatinya. 
Untuk bisa belajar dan tumbuh.
Lalu apa yang kurang?

Kalau tahu tak bisa, belajar terus sampai bisa.
Jangan malah putus apa.
Lalu merasa paling nestapa.
Apa gunanya?

Kalau orang yang dimabuk cinta saja bisa merubah dirinya sedemikian rupa demi orang yang dicintainya.
Make over sana-sini, merubah tampilan, merubah sikap, agar yang dicintainya membalas jua dengan cinta.

Lalu bagaimana cinta pada Dia Yang membuatmu ada di dunia ?
Masak tidak mau memaksa diri untuk berubah, menjadi lebih baik, menjadi lebih bagus, menambal rombeng-rombeng yang ada di diri.

Katanya cinta..
Apa cuma omong kosong ya?
Pemanis citra ya ?
Biar disangka shalehah ya ?

Kalau orang yang jatuh cinta saja rela berkorban demi yang dicintainya. Gunung didaki, lautan di seberangi. Apa aja buat yang dicintainya, bahkan mengorbankan harta, benda, kenyamanan. Anything for the one they love.

Terus bagaimana cinta pada Dia Yang Maha Mencintaimu?
Cuma diminta untuk taat. Jalani yang diperintahkan, jauhi yang dilarang. Liat tuntunannya di Al-Qur'an. Teladani model manusia sejati, baginda Rasulullah SAW. 
Gak diminta buat candi dalam semalam, gak diminta memindahkan gunung, atau membelah lautan kok.
Masih merasa susah??

Katanya cinta..
Cuma 'kata-kata' ya ?
Tapi pembuktiannya mana ya?
Kenapa ya?

Katanya  Lillahita'ala..mana buktinya ?

Kalau cinta..
Walaupun merasa tidak baik. Harus memaksa jadi baik. ..
Walaupun merasa jelek. Bagaimana caranya harus menjadi cantik di hadapan Dia.
Walaupun merasa banyak kekurangan di sana-sini. Belajar untuk menambah kebaikan di sana-sini.

Bukan malah mengeluh terus.
Galau terus.
Sedih terus.
Diam.
Putus asa.

Naudzubillah min dzalik.

Kalau katanya cinta Allah, ya dirinya di-upgrade terus supaya jadi pribadi yang pantas memperoleh cinta-Nya 

Ingat terus kata-kata ustadz santun ini..

"Jadikan cintaku padaMu ya Allah, berhenti di titik ketaatan. Meloncati rasa suka dan tak suka. Karena aku tau, menaatiMu dalam hal yang tak kusukai adalah kepayahan, perjuangan, dan gelimang pahala. Karena seringkali ketidaksukaanku hanyalah bagian dari ketidaktahuanku" -Ust. Salim A Fillah-


#NoteToMySelf

No comments:

Post a Comment