Sunday, September 12, 2010

dengarkan curhatku(bukan judul lagu)

assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh..

apa kabar sahabat?bagaiamana kabarmu hari ini?aku berharap kalian semua dalam keadaan yang luar biasa dan selalu dalam limpahan rahmat dan cinta-Nya..

sahabat..aku teramat sangat yakin, bahwa kalian adalah orang-orang yang LUAR BIASA, orang-orang yang dipunggungnya terpikul amanah-amanah yang LUAR BIASA, yang berusaha untuk terus menyebarkan ajaran agama kita yang sungguh LUAR BIASA ini, dan aku sangat bahagia bisa mengenalmu dan menyebut dirimu sebagai sahabatku...

sahabat..bolehkah aku bercerita padamu?sekedar menumpahkan rasa yang selama ini terpendam di dalam dada, perasaan yang kadang membuat dada ini begitu sesak ketika memikirkannya...bolehkah?
jujur, akhir-akhir ini aku merasa sedih..

aku merasa terasingkan...
aku merasa dilupakan...
aku merasa sepi...
dan aku sangat merindukan dirimu wahai sahabat...
aku rindu dengan dirimu yang dulu begitu sering mendatangiku untuk memenuhi panggilan cinta Sang Maha Cinta..
aku rindu lantunan ayat suci yang keluar dari mulutmu selepas kau temui tuhanmu..
aku rindu dirimu yang dulu begitu bersemangat menggarap rancangan-rancangan besar untuk menegakkan panji-panji agama mulia ini, mengembalikan kejayaan agama rahmatan lil 'alamin ini..
akupun rindu pada dirimu yang datang menemuiku hanya untuk sekedar melepas lelah dan penatmu setelah lelah beraktifitas seharian, karena ku tahu jadwalmu sangat padat sahabat, 
aku rindu canda tawa...tangis air mata, yang dulu sering kau tampakkan bersama saudara/saudarimu, makin terasalah betapa nikmatnya bersama-sama dalam jalan perjuangan ini..
aku rindu dirimu yang memilih mendatangiku ketika kau sedang dirundung masalah..kau curahkan perasaanmu, kau adukan masalah-masalahmu pada-Nya, dan aku menjadi saksi bisu atas itu semua..
aku rindu dirimu yang datang kpadaku dengan tugas-tugas kuliahmu..begitu serius dirimu mengerjakan makalah, paper, atau apapun itu demi meriah cita-citamu..dan lagi-lagi aku menjadi saksi bisu atas tumbuhnya kaum intelektual yang konon hanya 2% dari penduduk negeri ini..
aku rindu melihat senyumanmu yang begitu tulus ketika kau temuai saudara/saudarimu, ketika kalian saling mengingatkan, saling menguatkan, dan saling menghebatkan satu sama lain..dan akupun menjadi saksi bisu atas smua itu..

tapi, sekarang terasa amat berbeda sahabat..

kau tidak lagi sering mengunjungiku..

aku tidak menyalahkanmu akan itu..sungguh..itu bukan salahmu..
aku sadar betul, aku tidaklah senyaman dulu..aku tidak bisa menjadi tempat yang dapat membuatmu merasa nyaman berada lama-lama disana..
maafkan aku sahabat..
aku tidak pernah bermaksud membuat interaksimu pada-Nya menjadi tidak khusyu, karena bau-bau tidak sedap yang sering muncul akhir-akhir ini..
aku juga tidak pernah bermaksud untuk membuatmu tidak nyaman untuk bermunajat lama-lama karena tidak enak hati dengan temanmu yang lain yang menunggu gilirannya untuk menemui-Nya karena diriku terlalu sempit untuk digunakan bersama-sama..
aku tidak bermaksud untuk membuat bacaan tilawahmu menjadi kurang fokus karena air yang membasahimu tiba-tiba ketika hujan deras datang..
aku pun tidak ada maksud untuk membuat dirimu terpanggang oleh panas dan teriknya matahari ketika kau laksanakan sholat zuhur..

maafkan aku sahabat...

sunggguh..aku sangat ingin membuatmu mencintai diriku, karena diriku adalah rumah-Nya di bumi ini, aku sangat ingin mendengar kalimat-kalimat-Nya terus dikumandangkan, aku ingin mendengar surat-surat cinta-Nya terus dibacakan, aku ingin melihat semangat-semangat para pejuang-Nya yang bersatu padu bersama dalam ikatan cinta-NYa..aku sangat ingin menyaksikan itu semua..

tapi..aku terlalu kotor, jorok, bau, becek, panas sekali ketika terik, dan dingin sekali ketika hujan tiba..

memang, seharusnya aku patut bersyukur, karena aku masih ADA di tengah-tengah kalian,aku sangat terharu ketika melihat perjuangan kalian mempertahankan eksistansiku di gedung yang sedang berbenah ini..aku sangat menghargai usaha kalian itu..tapi..maaf sahabat, aku masih merasa sedih dengan keadaanku ini..aku merasa tidak bisa memberikan servis terbaik pada tamu-tamu Allah..

aku tidak butuh hal yang muluk-muluk, tak usahlah kau hiasi ornamen-ornamen mewah, atau lapisan cat emas dan kaligrafi-kaligrafi mahal yang terpajang di dindingku seperti masjid-masjid mewah di luar sana..

aku hanya ingin kau melakukan hal-hal yang sederhana sahabat...
bila kau sedang tidak sibuk, mungkin kau bisa MEMBERSIHKAN LANTAI-LANTAIKU, sehingga tak lagi tercium bau-bau amis ketika kau bersujud mengadu pada Sang Maha Mendengar..

atau kau bisa bantu MEMBERESKAN MUKENA/SAJADAH kembali pada tempatnya, sehingga ketika hujan datang, kau masih bisa menggunakannya..
atau kau juga bisa membantu MEMUNGUT SAMPAH-SAMPAH yang kadang berserakan, minimal tidak membuang sampah sembarangan disana, ingat sahabat aku adalah rumah-Nya, bukan tempat pembuangan sampah!

dan masih banyak hal-hal sederhana yang bisa kalian lakukan untuk membuat diriku menjadi tempat yang nyaman dan pantas disebut sebgai rumah Tuhan,
namun yang paling penting dari semua itu adalah...MAKMURKAN AKU SAHABAT..makmurkan aku dengan kumandang azan, makmurkan aku dengan salat berjamaah, makmurkan aku dengan zikir dan tilawah, makmurkan aku dengan diskusi-diskusi yang bermanfaat, makmurkan aku dengan sadaqoh, makmurkan aku sahabat..
agar malaikat berkenan turun ke bumi mendatangiku..dan siap mengamini doa-doamu..
dan jadilah diriku tempat yang penuh keberkahan

salam cinta karena Allah

musholla Tarbawi


Tulisan jadul yang didedikasikan untuk musholla Tarbawi Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ. Ahh...jadi ingat masa-masa itu..masa dimana begitu nikmatnya berpeluh-peluh untuk tegaknya mushola di fakultas tercinta...semoga sekarang bisa memakmurkan mushola yang sudah kembali tegak berdiri..bukan hanya sekedar kata,namun terealisasikan dalam sebuah tindakan nyata..aamin

3 comments:

  1. Ya Robb, jd inget musholah tarbawi..Slalu terpinggirkan, slalu terpojokkan.Maafkan kami yg tak cukup bisa memakmurkanmu.

    ReplyDelete
  2. kampusmu dimana ren *manggil jiren :p
    heyaaa, di walimah teh peri. kita belum sempat ta'ruf lebih panjang yaaaa...smoga ada kesempatan lagi :)

    ReplyDelete