Showing posts with label hati. Show all posts
Showing posts with label hati. Show all posts

Monday, April 19, 2010

please STOP the music!!

Bismillahirrahmaniirrahiim...

HOAEEEEEHMM............(-_-)

Sebenarnya sih mata udah 2 watt banget ini,
Badan juga dah kangen aja sama guling dan kasur, 
Kondisi tubuh juga lagi gak fit karena terindikasi terkena influenza,
Besok juga ada kuliah pagi, mesti bangun sebelum subuh kalo gak maw telat, 

Jadi...semestinya sekarang seharusnya saya sudah berbaring terlelap di peraduan...

TAPI...

KENYATANNYA...

SAAT INI...

Saya malahan mantengin komputer sambil mencet-mencet tuts keyboard, posting malem-malem lagi...*gaswatt

Padahal kemarin cuma tidur 2, 5 JAM SAJA saudara-saudara (REKOR tidur tercepat yang saya miliki...hmm), tapi tumbenan pas keesokan harinya (yaitu hari ini), aneh bin ajaibb, saya gak ngerasa ngantuk ataupun lemes (di siang pagi dan harinya)!Kalau menurut analisis saya sih, kemungkinan besar karena pengaruh kaefin dari cappucino hangat yang saya minum kemarin malam dan keesokan paginya.

*Maaf ya saudara/i sekalian, agak tidak jelas postingan saya kali ini, maklum, sisa-sisa tenaga udah 2,5% nih..heheheh :P

OKEY...Enough buat prolog gak jelasnya, sekarang serius mode : ON. 

Hmm...pengen 'muntahin' apa ya kali ini..

Sebentar...saya pikir dulu...

-LOADINGLOADINGLOADINGLOADINGLOADINGLOADINGLOADINGLOADINGLOADNG-

AHA!!...saya tahu mau cerita apa kali ini,huahuahuaha(gak jelas fungsi ketawanya untuk apa, maklum ya...udah malem, ikannya dah pada bobo)..

Saya mau cerita soal kegemaran baru saya baru-baru ini (boros kata gak sih??ya sudahlah...lanjut gan saja..)

Okey, jadi akhir-akhir ini saya lagi senang mendengarkan musik classic bak bangsawan eropa di abad ke-sekian belas. asal mulanya adalah gara-gara saya nonton Dorama Jepang yang berjudul " Nodame Cantabile", dorama yang mengisahkan kehidupan seorang pianist yang agak 'unik'. Doramanya sih seru, kocak abis, pas banget sama genre nya, drama-komedi. Tapi kali ini saya gak mau bahas soal doramanya lebih lanjut dan mendetail...nanti aja di ulasan (tapi kapaan ya..padahal masih banyak banget dorama-dorama bagus yang lagi ngantri buat diulas nih, hayooo sarah, semangat nulisnya!!!). Pokonya di dorama ini banyak banget musik classicnya, secara latar belakang tokoh utamanya seorang mahasiswi di akademi musik, pianist pula.

Walaupun gak semua musik yang ada di dorama itu saya suka (karena ada beberapa musik yang saya malah puyeng abis pas dengerinnya, terlalu rumit! XP). Tapi ada satu musik yang saya seneng banget, yaitu Symphony no.7 nya Beethoven. 

Musiknya indah dan bikin semangat, berasa lagi lari-larian di bukit hijau dengan padang bunga yang luas ditemani oleh burung-burung dan kelinci-kelinci yang ikut serta berlari (berasa jadi putri salju yah..ahahaha) pas dengerin musik aransement si beethoven itu. 

Karena ketertarikan saya pada symphony no.7 tersebut, jadilah saya sedari pagi mantengin komputer sambil browsing di youtube, nyari-nyari cuplikan video dari dorama "nodame", soalnya pengen saya simpen supaya bisa didengerin terus. Eeeh ternyata pas buka youtube ada perubahan yang cukup membuat saya kebingungan untuk mendownload video di sana, jadinya minta tolong mbah google juga deh bwt nyari free dowbload mp3 nya. 

Dari kecil saya memang sudah tertarik sih sama instrument-instrumen classic kaya piano, biola, flute, dll, karena dulu pernah di beliin keyboard kecil sama ayah, trus saya seneng aja mencet-mencet tuts keuyboardnya dan dengerin suaranya. Ketika SD saya juga mengikuti eskul Drumband dan memainkan alat musik pianika, yang memang agak mirip dengan keyboard, tapi pianika di tiup dulu kalau mau dibunyiin. Makanya, sampai sekarang saya seneng banget dengerin instrumental-instrumental karangan siapa aja yang penting pas di telinga saya. Tapi saya paling seneng dengerin bunyi piano. Indah aja menurut saya, ellegant, dan bikin hati jadi gembira ria. 

Memang, Allah benar-benar arsitek yang LUAR BIASA JENIUSNYA, menciptakan manusia dengan segala cipta, rasa, dan karsanya sehingga dapat membuat alunan nada-nada yang indah. Pun juga dengan segala Ke-Maha Besaran-Nya yang telah menciptakan organ tubuh kita yang luar biasa sempurnanya sehingga kita dapat mendengar atau memainkan alat musik tersebut.

Namun, banyak hal yang memang begitu SERING SAYA LUPA, ketika saya begitu asyik mendengarkan musik, entah itu classic, pop, rok, dsb, saya kerap kali lupa untuk memuji ke-Maha Agungan Sang Pencipta yang menciptakan kedua telinga saya sehingga dapat mendengar suara-suara indah tersebut. 

Saya juga SERING KALI keasyikan sendiri ketika saya sedang bercengkrama dengan keyboard kesayangan saya di rumah hingga melalaikan kewajiban-kewajiban saya. Jadi sering nunda shalat, males tilawah..paraaagh deh!!

Memang, frekuensi saya dalam mendengarkan musik jauh lebih banyaak dibandingkan frekuensi saya dalam mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang jaaaaaaaaaaaaauh memiliki nilai seni dan makna yang lebih dalam dibandingkan lagu-lagu yang sering saya dengarkan atau mainkan.

Astagfirullah...betapa lemah diri ini Ya Allah dalam mengingatmu...

Betapa mudah tipu daya setan merasuki diri ini melalui musik-musik itu...

*Astagfirullah...Astagfirullah...Astagfirullah...Fagfirlana Ya Allah...

Ketika saya bermain musik atau mendengarkannya, saya serasa mendapatkan ekstasi-ekstasi. Saya jadi merasa memiliki dunia sendiri, hanya ada saya dan alat-alat musik tersebut. Sehingga panggilan sholat pun tak terdengar ketika sedang bercengkrama dengan musik-musik itu, walhasil solatnya pun tidak AWAL WAKTU (walaupun tepat waktu/masih berada pada waktunya). Mungkin itu ya yang disebut dengan "ditulikan"?? Na'udzubillah...

Pantas saja, beberapa ulama berpendapat bahwa musik itu haram. Dulu saya tidak begitu mengerti dan kurang menerima bahwa musik itu haram. Namun sekarang agaknya saya lebih mengerti mengapa sebagain ulama berpendapat seperti itu. musik memang dapat melenakan kita dan membuat kita lalai dalam mengingat Allah. Para ulama yang mengharamkan musik itu jelas karena berhati-hati agar tidak terlena seperti saya. *Astagfirullah...

Tapi, jujur...saya memang begitu mencintai musik, saya senang mendengarkan musik, saya senang bernyanyi (walaupun suara pas-pasan dan hanya untuk konsumsi pribadi saja..)dan saya senang bermain alat musik. Tapi dengan efek yang begitu kacau bagi kelangsungan hidup "akhirat' saya kelak, sewajibnya saya mengurangi intensitas saya dalam bercengkrama dengan musik, walau sedikit demi sedikit. Karena dengan mudharat yang lebih banyak saya dapatkan, khawatir malah menambah beban dosa saya (dosa yang ada aja udah banyak bangetttt...astagfirullah).

Sadar sih, untuk menghilangkan seratus persen kecintaan saya pada musik dari dalam diri saya butuh waktu,  proses, kemauan, ketulusan dan KECINTAAN YANG BEGITU AMAT SANGAT BESAR KEPADA-NYA, hingga yang mengisi relung jiwa dan yang memberikan ketenangan dan kesenangan pada diri ini bukan lagi suara yang dihasilkan dari piano,gitar, atau biola, melainkan dari lantunan ayat-ayat cinta-Nya serta desah nafas yang keluar dari mulut yang terbasahi oleh dzikir kepada-Nya. Dan pun ketika kedua telinga ini mendengar bunyi-bunyian dari alat musik tersebut, yang dirasa adalah kecintaan yang lebih kepada-Nya, ingat pada-Nya, Rasul-Nya, berazzam kuat untuk istiqomah di jalan-Nya, bukan malah LUPA terhadap-Nya. Astagfirullahhal'adziim...

Allah...berikan hamba kekuatan agar bisa menjadi seperti itu...

Berikan hamba kekuatan agar hamba dapat mecandui lantunan ayat suci-Mu dan dzikir pada-Mu di setiap waktu...jauh melebihi dari kecintaan hamba pada musik-musik itu...

Allah..bantu hamba dalam berproses, karena sesungguhnya hamba ini begitu lemah ya Allah...

Hamba ini begitu rapuh...sering terkena tipu daya setan yang hina..

Oleh karenaitu Ya Allah, izinkan hamba berlindung kepada-Mu, dengan segala ke-Maha-an mu..

Dan jadikanlah musik sebagai ekspresi kecintaan hamba kepada-Mu,

jadikan ia menjadi penambah keimanan hamba kepada-Mu,

jadikan ia menjadi sarana bagi kami dalam mensyiarkan agama Islam yang mulia...

JANGAN JADIKAN IA SEBAGAI THAGHUT YANG MENGHALANGI KAMI DARI MEMPEROLEH RAHMAT-MU...

Aaaamin ya mujibba sa'ilin









Monday, February 22, 2010

SURAT UNTUK HATIKU, JIWAKU,QALBUKU

Assalamualaikum wr.wb

Dear my self…

Hellow…pa kabar hati??pa kabar jiwa?? Masihkan terpaut kepada-Nya??ataukah malah terpincut ke hal-hal lain selain diri-Nya??

Hallo hati…masihkah dikau keras dan membatu??…masihkah dikau kotor dan penuh debu??

Hai…jiwa…masihkah kau merasa kosong dan pilu??…masihkah kau merasa sedih tak beralasan??

Hai diriku…hai jiwaku…hai hatiku…

Lelahkah kau selama ini???
Sakitkah engkau akhir-akhir ini???
Sedihkah engkau???sedihkah??    
Sakitkah???sakitkah??
Sedihkah???

Namun mengapa tidak kau teteskan sebutir air mata penyesalan??
Mengapa???
Mengapa???
Mengapa duhai hatiku…mengapa wahai jiwaku…mengapa????

Senangkah engkau dengan keadaan seperti ini???bangga berada di tengah gelimangan dosa??

Tak merasa bersalah sedikitpun???jawab aku wahai qalbu!!!

Jawab!!!

Mengapa begitu susah bagi dirimu untuk bersimpuh??
Mengapa begitu susah untuk bersujud???
Mengapa begitu enggan untuk meminta??
Mengapa??mengapa??mengapa???

Jawab aku qalbu…jawab aku jiwa…jawab aku diriku…

Tidakkah kau rindu masa-masa itu?? Masa dimana engkau begitu dekat dengan-Nya??

Masa ketika begitu nyaman bermunajat kepada-Nya??
Masa ketika begitu banyak kau sebutkan permintaanmu kepada-Nya??
Masa dimana kau merasa bukan apa-apa dan Dia lah segalanya..
Masa dimana kau hanyalah mahluk yang hina …
Masa dimana kau begitu semangat untuk  meraih cinta-Nya???

Dimanakah masa-masa itu sekarang, wahai qalbu??! Dimana dia wahai hati??!!dimanakah masa itu wahai jiwa……..

Begitu munafiknya dirimu wahai diriku…

Begitu MUNAFIKNYA ENGKAU!!!
WAHAI D-I-R-I-K-UUU!!!!!

Tidakkah engkau lelah dengan keadaan ini??tidakkah engkau rasakan bahwa sebenarnya dirimu menangis dan merasakan sakit yang amat sangat???

TIDAKKAH KAU RASAKAN ITU?????

Tidakkah kau rasakan percuma, ketika kau melakukan sesuatu bukan untuk-Nya
Tidakkah kau merasa sayang, ketika kau melakukan sesuatu hanya mengharap cinta manusia??
Tidakkah kau merasa sedih ketika kau tidak dapat mencintai-Nya dengan sebenar-benarnya??
Tidakkah engkau lelah dengan semua keadaan yang menjijikkan ini???
Tidakkah engkau jijik dengan dirimu sendiri??
Tidakkah engkau merasa malu????

Wahai hatiku…jiwaku…qalbuku….

Katakan padaku…lelahkah dirimu..

Berkali-kali mengumbar janji kepada-NYa..
Berkali-kali berkata menyesal….
Berkali-kali berkata “ ku tak ingin mengulanginya lagi..”
Berkata “ ku ingin menjadi orang yang baru esok hari..”. memang, kau telah menjadi orang yang baru…menjadi orang yang lebih MENJIJIKAN dari sebelumnya!!!

Tidakkah engkau malu…wahai qalbu..???        
Tidakkah engkau malu……..

Wahai qalbuku, jiwaku, hatiku…

Diriku??

Sadarkah engkau???betapa besar cinta-NYa kepadamu???

Betapa angkuhnya dirimu kepada-Nya???
Betapa sombongnya engkau wahai qalbu???

Tidakkah dirimu merasa sedih…tidakkah engkau merasa bersalah…

Tidak inginkah engkau menangis…
Tidak inginkah….
Tidakkah engkau merasakan lelah yang amat sangat, jiwaku???…….tidakkah kau rasakan jiwamu menjerit ketika kau mengabaikan perintah-Nya??????

Sadarlah engkau wahai diriku…
Sadarlah wahai jiwaku…hatiku…qalbuku…
sadarlah…ketika engkau begitu ingin dipuji…

ketika engkau begitu ingin dilihat…
ketika engkau begitu ingin dipandang tinggi oleh orang-orang disekelilingmu…
ketika engkau begitu berbangga dengan dirimu…..
sadarlah…..kumohon…wahai jiwaku, hatiku, qalbuku…
kumohon…sadarlah….
Ketika kau gunakan topeng kemunafikan…
Ketika kau melakukan sesuatu bukan karena-Nya….

Sadarlah….
Bahwa sesungguhnya hatimu menangis dengan amat sangat…menjerit dengan amat sangat…terluka dengan amat sangat…

Tidakkah kau rindu dengan-Nya??
Tidakkah engkau malu pada-Nya???
Tidakkah engkau merasakan cinta-Nya yang amat besar kepadamu yang bukan apa-apa???
Tidakkah engkau ingin menangis…tidakkah engkau ingin bersimpuh…tidakkah engkau ingin bersujud???

Jawab aku wahai hatiku..jiwaku…qalbuku…
Tidakkah engkau rasakan hatimu pilu tak berkesudahan…
Tidakkah kau rasakan, setan-setan begitu gembira melihatmu seperti ini??...
Tidakkah engkau ingin melawannya??

Lelah…
Capai…
Exhausted…
Ini jawabku…
Sedih…
Sakit…
Merana…

Menderita…kurasakan bolong yang amat besar di dalam hatiku, jiwaku, qalbuku…

Kurasakan kekosongan yang amat besar di sana….

Tidakkah kau ingin berubah???

Ingin jawabku…sangat ingin!!
Tidakkah kau ingin menangis??

INGIN jawabkku…sungguh…aku ingin menangis…
Tidakkah engkau malu…

Malu…amat malu, namun ternyata malu tak cukup kuat menahan sang nafsu..

Tidakkah kau jijk???
Amat jijik…namun ternyata tidak cukup melawan kemunafikan…

Berkali-kali ku bersimpuh memohon ampunan-Nya..berkali-kali ku bersujud memohon belas kasih-Nya..berkali-kali itu kulakukan
Namun, berjuta-juta kali ku melalaikannya…puluhan juta kali ku mengingkarinya…beratus-juta kali ku melupakannya…bermilyaran kali itu kulakukan……

Menyedihkan

Begitu mudah menyeru kepada orang lain, namun tak kuasa menyeru kepada diri sendiri…..

Begitu ingin merubah orang lain..namun tak kuasa merubah diri sendiri………………….

Sungguh…ku ingin menangis melihat keadaanku sendiri…

Dimanakah keikhlasan??

Cinta yang tulus kepada-Nya??
……………………………… sungguh, ku benar-benar ingin menangis..kuingin bersimpuh…kuingin sujud kepadanya…wahai diriku…

Wahai yang Maha Mencinta…izinkan aku menangis…
Wahai yang Maha pemaaf…izinkan aku bersujud….
Wahai yang Maha Penerima Tobat…izinkan aku bersimpuh kepada-Mu…..

Ttd

Hati, jiwa, dan qalbuku….




Sunday, January 3, 2010

aneh...tapi nyata...

benar benar....sungguh aneh diri ini....
tadi pagi merasa sangat sepi, merasa sangat jatuh, merasa sangat tidak bersemangat dan hal-hal negatif lainnya...
eeeeeehhhhhh...sekarang...merasa semangat..penuh energi..bergairah...dan merasa sangat dicintai
aneh bukan...betapa yang namanya perasaan itu tidak bersifat konstan...tidak stabil...

bahagia, senang, sedih, kecewa, marah, sakit hati, ceria,semangat sedih...

perasaan-perasaan itu datang silih berganti menghinggapi relung jiwa ini...

namun..satu hal yang harus kita sadari...

Di dalam tubuh kita, ada segumpal daging, dimana bila daging itu baik, baik diri kita, namun bila daging itu buruk, buruk diri kita..itulah yang dinamakan qalbu, kata manusia paling jenius..Rasulullah SAW..

jujur, mengatur suasana hati memang merupakan hal yang sulit bagi diri saya..
pagi ini saya bisa menangis...namun satu jam berikutnya, saya sudah bisa tertawa terbahak-bahak...
mungkin ada sisi positif nya juga..saya tidak menjadi orang yang berlarut-larut dalam menyikapi masalah, namun, sisi negatifnya yaitu saya menjadi orang yang moody...

rasanya, saya memang harus mengulang berkali-kali doa yang diajarkan oleh baginda Rasulullah SAW..
"Ya muqolibal qulub, tsabit qolbi 'alaa diinik"
Wahaiyang membolak-balikan hati..tetapkanlah hati ini dalam agamamu..

Aamiiin