Showing posts with label belajar. Show all posts
Showing posts with label belajar. Show all posts

Thursday, September 1, 2011

Aku-Disini

Bismillahirrahmanirrahiim..


Aku disini.

Dapatkah kau mendengarku? Dapatkah kau merasakannya, bahwa aku akan selalu ada untukmu. Tak peduli apapun yang terjadi, aku akan selalu disini bersamamu. Tak peduli betapa sulitnya, aku tak akan berhenti mencoba.

Aku disini.

Berbicaralah, nak. Ku tau banyak yang ingin kau ceritakan. Walau tidak ada sepatah kata yang dapat terucap dari bibirmu, tidak ada satu huruf pun yang dapat keluar dari mulutmu, tak apa. Berbicaralah, berceritalah di dalam hatimu. Karena aku dapat mendengarmu.

Aku disini.

Nak, jangan biarkan jiwamu bisu. Berbicaralah, duhai cintaku. Ku tau sangat banyak yang ingin kau tumpahkan. Bicaralah, bicaralah nak. Walau kata-katamu tak dapat terdengar dengan indera telinga, tidak mengapa. Karena aku akan mendengarnya melalui telinga hatiku.

Aku disini.

Aku selalu akan berada di sampingmu. Jangan takut. Aku akan selalu menemanimu. Jangan takut. Jangan biarkan dirimu kelabu nak. Jangan. Ayo sama-sama kita warnai. Kita berikan sentuhan warna pelangi yang menarik hati. Merah dengan keberaniannya, jingga dengan energinya, kuning dengan keceriaannya, hijau dengan keteduhannya, biru dengan kesejukannya, nila dengan keluasannya, dan ungu dengan kefeminimannya. Ayo nak, kita buat hatimu memancarkan kemilau indah cahaya pelangi.

Aku disini.

Aku ada disini nak. Aku ada untukmu. Dengarlah nak, dengarkan dengan seksama. A-ku-a-kan-se-la-lu-a-da-un-tuk-mu. Terdengarkah? Apabila sulit kau rasa, dengarlah dengan telinga hatimu nak. Dengarlah, aku akan selalu ada untukmu.  Dengarlah, jangan biarkan hatimu tuli. Kau tidak sendirian di sini. Kau tidak sendiri. Biarkan aku masuk di kehidupanmu. Jangan kau biarkan kelabu itu menggerogoti usiamu, nak. Kau seharusnya tertawa, kau seharusnya bergembira, kau seharusnya bermain bersama mereka. Kau harusnya memancarkan kemilau warna pelangi di tiap gerakmu, nak. Mari kita warnai nak, bersama-sama, kau dan aku.

Aku disini. Aku disini untukmu, selalu.



Masih to be continued (semoga..semoga )





Friday, April 15, 2011

Indonesia menyala..nyalakan Indonesia dengan ilmu :)

Bismillahirrahmanirrahiim

Yup, setelah postingan sebelumnya yang lumayan abstrak, kali ini saya mau berbagi cerita yang Insya Allah lebih konkret dibandingkan sebelumnya..hehehe

Kali ini saya mau cerita mengenai salah satu program yang diinisiasikan oleh Indonesia Mengajar. Program ini disebut sebagai gerakan Indonesia Menyala. Humm..apasih Indonesia menyala ieu??

Singkat kata, gerakan ini adalah gerakan yang mengajak dan mengetuk hati teman-teman semua untuk menerangi pendidikan di Indonesia melalui buku. Seperti yang kemarin sudah saya bahas di postingan sebelumnya gerakan Indonesia Mengajar menawarkan solusi konkrit bagi minimnya tenaga guru berkuailtas di pelosok-pelosok daerah. Dengan mengirimkan fresh graduate terbaik dari berbagai universitas di Indonesia yang memiliki KEMAUAN untuk berbakti untuk pendidikan, IM memberikan ruang bagi generasi muda untuk turut bergerak menuju reformasi pendidikan Indonesia.

Saya dari awal sampai sekarang emang kepincut abis sama gerakan IM ini. Yaa..it's like my dream is getting closer to me, Amin. Pengen banget bisa ngajar di pelosok deh, tapi karena masih belum lulus jadinya gak bisa daftar jadi Pengajar Muda, so tahan dulu dan persiapin diri aja dulu supaya keterima nanti di 2012, Allahumma Amiin.

Lokhoh..malah jadi curat, hehehe. Okey, jadi Indonesia Menyala merupakan gerakan untuk membangun sebuah perpustakaan di tempat PM mengabdi. Pertama kali dengar konsep ini waktu ketemuan di kantor PM saya udah tertarik. Dengan adanya gerakan ini, teman-teman yang masih belum bisa berkontribusi sebagai PM atau masih belum dapat kesempatan untuk mengajar dapat memberikan kontribusinya dengan mengelola perpustakaan.

Teman-teman bisa menyumbangkan buku, konsep pengembangan perpus, dan lain-lain sehingga daerah yang disinggahi PM nanti akan tercerahkan oleh ilmu.Manstabb!

Kalau impian saya, gerakan Indonesia Menyala ini gak cuma berhenti sampai pemberdayaan perpustakaan aja, tapi bisa menjadi pengembangan Pusat Sumber Belajar masyarakat setempat. Berhubung semester ini saya sedang mengambil matakuliah Pengembangan Pusat Sumber Belajar, saya jadi tertarik untuk bisa mengoptimalisasikan fungsi pusat sumber belajar sebagai sarana untuk menciptakan learning society di Indonesia.

Pada awal perkembangannya, Pusat Sumber Belajar juga bermula dari perpustakaan, terus berkembang menjadi pusat sumber belajar yang memiliki lima fungsi, yakni fungsi pelayanan, fungsi administrasi, fungsi pelatihan, fungsi produksi media pembelajaran, dan fungsi pengembangan sistem instruksional.

Kebayang betapa kecenya daerah tersebut kalau pusat sumber belajarnya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh sekolah dan masyarakat sekitar. Proses pembelajaran inovatif, media pembelajaran yang update, guru-guru yang profesional dan terlatih bukan sekedar impian belaka. Karena dengan adanya fungsi pelatihan dan pengembangan sistem instruksional, PSB memiliki wewenang untuk melatih guru-guru dan mengembangkan strategi pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran serat karakteristik peserta didik.

Selain itu, bukan hanya sekolah yang dapat mengambil manfaat dari PSB, masyarakat sekitar juga dapat memperoleh akses dari berbagai macam sumber belajar untuk mengembangkan potensi dirinya dan daerahnya. Karena target PSB bukan hanya sekolah namun masyarakat, maka peran PSB untuk mencerdaskan masyarakat amatlah penting.

Namun, untuk dapat mewujudkan itu semua dapat diawali dengan mengembangkan perpustakaan terlebih dahulu. Semoga dikemudian hari perpustakaan yang digagas oleh program Indonesia Menyala ini akan berkembang menjadi pusat sumber belajar masyarakat. Amiin. Ganbatte untuk program ini dengan para "penyala" nya. Semoga setiap buku yang disumbangkan, tiap gagasan yang dikeluarkan, tiap peluh yang menetes dapat menjadi pemberat amal kebaikan di akhirat kelak, amiin. Karena ilmu bermanfaat adalah pahala yang akan terus mengalir walau nyawa sudah terpisah dari jasad kan?

Soo..ceman-ceman, tunggu apa lagii..Yuk kita terangi pendidikan di Indonesia dengan turut bergabung dalam program ini. Sekecil apapun akan sangat berarti bagi adik-adik kita. Well, walaupun tidak terjun sebagai Pengajar Muda, bukan berarti kita gak bisa melakukan sesuatu untuk memajukan pendidikan Indonesia khaan

Allright, di bawah ini saya mau lampirkan description dari gerakan Indonesia Menyala ini, chek dis out yaaa...

Sumber : http://www.indonesiamengajar.org/index.php?m=page.berita

Gerakan Indonesia Menyala


Apa itu Indonesia Menyala?

Indonesia Menyala adalah gerakan buku dan perpustakaan yang diinisiasikan oleh Gerakan Indonesia Mengajar.

Apa yang melatarbelakangi gerakan Indonesia Menyala?

Program perpustakaan “Indonesia Menyala” ini berawal dari hasil pengamatan sejumlah Pengajar Muda (PM) sejak mereka ditempatkan. Mereka melihat bahwa mayoritas anak didik mereka kekurangan bahan bacaan yang bermutu. 

Mengetahui betapa pentingnya buku dan melihat kebutuhan yang sangat tinggi terutama untuk teman-teman kita di pelosok Indonesia, makaIndonesia Mengajar tergerak untuk mengadakan program perpustakaan.

Dimana lokasi perpustakaan Indonesia Menyala?

Perpustakaan Indonesia Menyala nantinya akan bertempat di wilayah penempatan Pengajar Muda di 50 lokasi Sekolah Dasar (SD) di 5 kabupaten: kabupaten Paser (Kalimantan Timur), kabupaten Majene (Sulawesi Barat), kabupaten Bengkalis (Riau), kabupaten Halmahera Selatan (Maluku Utara), dan kabupaten Tulang Bawang Barat (Lampung) --- masing-masing kabupaten terdiri dari 10 lokasi penempatan.

Bagaimana bentuk perpustakaan Indonesia Menyala?

Perpustakaan Tetap adalah perpustakaan yang berisikan buku yang hanya akan digunakan di satu sekolah penempatan dan bahan-bahan tersebut akan menjadi miliki sekolah tersebut. 

Perpustakaan Berputar adalah perpustakaan yang melekat pada seorang Pengajar Muda, berbentuk sebuah tas yang berisikan buku-buku yang dapat digunakan di suatu sekolah penempatan dan/atau masyarakat sekitar dalam durasi waktu tertentu dan setelahnya buku-buku tersebut akan ditukarkan ke Pengajar Muda lain yang berada dalam satu kabupaten.

Bagaimana sistem kerja gerakan Indonesia Menyala? 

Program perpustakaan ini dilaksanakan dan dijalankan oleh kelompok kerja pusat (di Jakarta) dan lima kelompok kerja daerah (satu kabupaten dikelola oleh satu kelompok kerja) bekerja sama dengan PM Indonesia Mengajar. Suatu kelompok kerja difokuskan untuk mengelola dan mengembangkan perpustakaan untuk daerahnya masing-masing (misal, kelompok kerja Majene memang fokus untuk mengembangkan perpustakaan di kabupaten Majene, dst.).

Kelompok-kelompok kerja ini –disebut sebagai “Penyala”-- terbuka untuk umum, sehingga semua orang dapat bergabung ke dalam kelompok-kelompok kerja ini sebagai anggota gerakan Indonesia Menyala.

Apa yang dapat dikontribusikan oleh anggota Indonesia Menyala?

Donasi yang diberikan oleh anggota kepada masing-masing daerahnya dapat bermacam-macam, mulai dari buku dan uang melalui dropbox, tenaga, bahkan sampai pemberian ide pengembangan perpustakaan ke depannya serta kontribusi lainnya, termasuk pemberian nama perpustakaan 'milik' mereka di daerah.

Bagaimana cara bergabung dengan Indonesia Menyala?

Masyarakat di seluruh Indonesia dapat bergabung bersama kami di Indonesia Menyala, melalui halaman grup Facebook masing-masing kelompok kerja daerah.Siapapun yang mengajukan diri untuk bergabung ke dalam grup Facebook suatu kelompok kerja daerah terhitung sebagai anggota kelompok kerja daerah tersebut.

Apa yang membedakan gerakan Indonesia Menyala dengan gerakan lainnya?

1. Gerakan Indonesia Menyala memiliki pustakawan, yaitu itu para PM Indonesia Mengajar, yang ada di SD/Komunitas tersebut selama 5 tahun. 
2. Indonesia Menyala bukan hanya gerakan menggalang buku tetapi juga menggalang masyarakat untuk memiliki dan mengelola perpustakaan di berbagai pelosok Indonesia.

Donasi berupa uang tunai dikirimkan ke rekening Indonesia Mengajar bagian perpustakaan, yaitu:

No. Rekening : 0651 – 01 – 005686 – 50 – 3

Nama Bank : Bank BRI – KCP CIKAJANG

Atas Nama : Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar

 

“Ide dasar program ini adalah bukan sekedar mengajak masyarakat menyumbang buku, tetapi mengajak untuk ikut membangun, memiliki, dan mengembangkan perpustakaan di pelosok Indonesia”

 

Mari bergabung!
Ingin berkontribusi di daerah mana? Semuanya terserah Anda! :D
Gabung di Facebook Group: Indonesia Menyala | Twitter: @Penyala
 
Kelompok Kerja Paser
Facebook Group: Pelita Paser | Twitter: @PenyalaPaser

Kelompok Kerja Majene
Facebook Group: Majene Menyala | Twitter: @PenyalaMajene

Kelompok Kerja Tulang Bawang Barat
Facebook Group: Penyala TBB | Twitter: @PenyalaTBB

Kelompok Kerja Halmahera Selatan
 
Facebook Group:
 Halmahera Selatan Menyala | Twitter: @PenyalaHalSel

Kelompok Kerja Bengkalis
 
Facebook Group: Penyala Bengkalis | Twitter: @PenyalaBngkalis

 

Kontak Kami
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ini, dapat menghubungi:
 
Abdul Rizki (081269461077)
Nadhira (08158840161) -- Info Donasi
Twitter: @Penyala
Facebook: Indonesia Menyala




Ayoo nyalakan Indonesia dengan ilmu, BANGKIT PENDIDIKAN INDONESIA!!

Sunday, March 6, 2011

Dear Allah

Bismillahirrahmanirrahiim..


Dear Allah..

My God..

The All Mightiest and The Most Forgivest..

Allah..

I'm just a little girl who can only staring at YOUR sky..

I have no power and strength to face the sunshine.

I'm only a little girl who can only hope for YOUR help..

I have no brave to face down all the big stone that covering my way...

Allah..

Maybe i haven't matured enough..

Maybe i'm not proper enough to accept all of YOUR incredible love..

Maybe now, i'm still a crybaby that scare of everything..

But with YOU..

With all YOUR guidence..

With all of YOUR unlimited love..

With all of YOUR Greatness..

I Know I CAN...


*acakkadul bet..yang penting PRACTICE...hehehe

Sunday, October 31, 2010

Gadis langit dan lelaki awan (episode 2)

Langit hari ini terlihat begitu cerah. Birunya yang terang benderang begitu indah dihasi oleh kumpulan awan kumulus yang bertebaran dimana-mana. Mereka bergerumul layaknya sebuah gula-gula kapas putih besar yang membuat diriku sangat ingin untuk memakannya sampai habis. Mentari pun bersinar dengan teriknya menyinari kota Jakarta yang penuh dengan polusi. Walau panasnya membakar hingga ke pori-pori kulit sawo matangku, aku tak peduli. Aku ingin terus menerus menatap langit hari ini.


Aah...langit...kau begitu indah..


***

Hari ini sekolahku diliburkan karena guru-guru mengadakan rapat. Asyik sekali! Hari ini akhirnya aku terlepas dari mulut-mulut usil teman-teman sekelas yang sudah mulai teracuni oleh Aldo dan cecunguk-cecunguknya yang semakin gencar menjodohkan aku dengan si anak baru..

AWAN..

Sudah hampir seminggu ia duduk di sebelahku. Selama 3 bulan ini bangku di sebelahku itu selalu kosong. Kalaupun terisi, sudah pasti si Aldo yang sangat menjengkelkan yang berada di sana. Apalagi yang ia lakukan selain mengusiliku dan memancing emosiku. Dasar anak kurang kerajaan! Dan, berkat kehadiran Awan, si anak baru, tingkah laku Aldo semakin menjadi-jadi. Kemarin ia dan cecunguk-cecunguknya yang setia menaburkan sobekan-sobekan kertas ke kepalaku dan Awan sambil menyenandungkan nada-nada khas pernikahan. Alhasil rambutku dan rambut Awan dipenuhi oleh sobekan-sobekan kertas(yang sepertinya kertas ulangan matematika milik Aldo yang tadi dibagikan, nilainya 0!aku ingat sekali raut wajah kesalnya ketika diomeli oleh Bu Sofia, rasakan!!).

Awan ternyata sama tenangnya denganku dalam menghadapi Aldo. Ia tak pernah menunjukkan raut kesal ataupun marah, walaupun kini ia menjadi sasaran mulut usil Aldo cs. Dia malah masih bisa tersenyum pada Aldo (satu hal yang TIDAK AKAN AKU LAKUKAN) ketika Aldo mengejeknya dengan sebutan 'ikan buntal'.

AWAN..

Anak laki-laki bertubuh gempal yang sama pendiamnya dengan diriku. Tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulutnya apabila tidak ada hal penting yang harus disampaikan. Hanya "Assalamualikum" yang diringi dengan senyuman yang ia katakan ketika bel masuk dan bel pulang berbunyi.Selebihnya hanya jika ia butuh sesuatu baru ia berbicara denganku. Baguslah,toh kalau pun ia mengajakku berasa-basi aku hanya akan menjawab seadanya.

Waktu istirahat,kulihat Awan tidak pernah pergi ke kantin ataupun bermain bersama anak lain. Ia hanya duduk memakan bekal yang sudah ia bawa dari rumah. Agak kesal juga melihatnya asyik makan sendiri di tempat duduk kami,karena tadinya itu adalah tempat favoritku ketika menghabiskan bekal yang kubawa dari rumah.Sejak dulu aku memang tidak pernah memakan jajanan dikantin, selalu bekal buatan bunda yang menemani waktu istirahatku. Aku sangat beruntung memiliki bunda yang cantik sekaligus pintar masak. Bunda selalu membuatkan masakan yang enak dan bergizi untukku, terima kasih bundaku sayang.

Tapi,kali ini masakan enak buatan bunda tidak dapat aku habiskan di kelas, karena si murid baru itu sudah mengambil 'lahan' yang biasa kugunakan. Terpaksa aku harus mencari lahan baru untuk makan.Yang pasti sejauh mungkin dari Aldo cs, jangan sampai selera makanku hilang karena tingkah laku aneh dan super duper menyebalkan dari si Aldo beserta pengikutnya yang setia.

Aku mulai mengelilingi bangunan sekolah yang sudah 3 bulan terakhir ini kusebut sebagai sekolahku. Berkeliling, celingak-celinguk sana-sini mencari tempat yang nyaman dan sepi  agar dapat  melahap masakan bunda yang super lezat. Kemana ya,pikirku. Kamar mandi?ah tidak..terlalu jorok!tidak akan berselera makan di sana. Pinggir lapangan? terlalu ramai. Dimana...dimana..dimana...dimana tempat yang nyaman untuk makan tanpa diganggu oleh siapapun??

Hampir 15 menit aku berkeliling sekolah kecil yang agak tua ini. Tetap saja tidak menemukan tempat yang sreg untuk makan. Bel masuk akan berdering 15 menit lagi, sedangkan bekal makananku belum kusentuh sedikitpun. Akhirnya aku menyerah, sepertinya memang dikelaslah tempat paling aman untuk makan, jauh dari keramaian dan gangguan Aldo dkk(tiap istirahat ia PASTI ke kantin dan bermain di lapangan bersama anak laki-laki lain).

Sesampainya ku di kelas, ku lihat Awan sudah tidak lagi melahap bekalnya. Ia sedang berkonsentrasi membaca sebuah buku kecil bercover hitam. Sorot matanya terlihat begitu serius memandangi buku kecil yang ia baca. Mulutnya berkomat-kamit. Sayup-sayup terdengar suaranya yang lirih..

"Fabbi ayyi alaa irabbikuma tukadziiban"

Suara lantunan ayat suci yang keluar dari mulutnya...
Surat Ar-Rahman..
Salah satu satu surat favorit bunda..

AWAN...

Anak baru yang yang begitu berbeda dan langka. Ini kali pertama aku melihat seorang anak laki-laki yang begitu khusyunya melantunkan ayat suci. Seorang anak seumuranku yang sudah begitu fasih membaca Al-Quran. Walaupun suaranya terdengar lirih, namun bacaannya begitu syahdu dan menenangkan hati, mengingatkanku pada bacaan tilawah bunda.

AWAN...

Kau memang begitu berbeda...

***

Udara panas kota Jakarta masih terus berhembus di atap rumah susun yang kini menjadi rumah baruku. Aku masih terus menatap langit sambil merebahkan diriku di tempat yang biasa dijadikan tempat menjemur pakaian oleh Ibu-Ibu penguhuni rusun. Atap rusun inilah satu-satunya tempat yang dapat membuatku leluasa melakukan kebiasaanku dikala bosan, menatap langit.

Walaupun aku membeci namaku, namun aku tidak pernah membeci 'langit' yang sesungguhnya. Bahkan sebaliknya, aku sangat suka memandangi langit yang begitu luas dan indah ini. Langit yang cerah bertabur awan. Langit yang kelam bertabur bintang. Langit yang begitu memesona. Langit yang selalu membuatku terpana. Langit yang membuatku dapat melupakan semua rasa kesepian yang selalu menghampiri. Rasa sepi dan sendiri..

Langit memang selalu membuatku dan bunda terpukau. Ia terbentang begitu luas dan berdiri tanpa tiang. Bunda bilang, Allah SWT sengaja menciptakan langit yang begitu indah dan menghiasnya untuk manusia.

"Langit sayang..coba kau hadapkan wajahmu ke atas langit ketika kau merasa sedih ataupun kesepian. Pandangilah langit dan kau akan merasakan bahwa betapa dirimu adalah tidak pernah sendiri dan kau begitu dicintai oleh Dzat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.Langit adalah bukti cinta Allah kepada kita. Ia menciptakan langit dan menghiasnya untuk kita, manusia yang begitu kecil dihadapan-Nya. Oleh karena itu sayang..jangan pernah merasa sendiri..karena engkau, wahai anakku yang amat kucintai karena Allah, selalu dinaungi oleh cinta-Nya"

Itulah kata-kata yang bunda sampaikan padaku ketika kami masih berada di Papua. Aku dan bunda memandangi langit bersama-sama di bukit kecil yang berada di belakang rumah kami. Udara dingin pegunungan yang menusuk sampai ke tulang tak kami pedulikan. Genggaman tangan bunda yang begitu erat sudah cukup menghangatkan tubuhku. Bintang yang bertebaran dan langit yang begitu bersih tanpa polusi membuat kami tidak peduli dengan apapun yang terjadi di sekitar kami. Tak peduli beberapa nyamuk dan serangga sudah  datang menghampiri dan tak peduli akan masalah-masalah rumit yang sedang kami hadapi.

Aah..langit...aku dan bunda selalu mencintaimu...


(masih bersambung)


Monday, October 4, 2010

belajar dari kehidupan

Bismillahirrahmanirrahiim...

"Sekolah konvensional itu terbatas..namun sekolah kehidupan akan terus berlangsung hingga akhir hayatmu"

Terngiang-ngiang kata-kata dari dosen saya barusan..

Sekolah kehidupan...

Setiap detik peristiwa yang kita alami adalah sebuah proses pembelajaran..

Setiap detik peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita merupakan proses pendidikan yang Allah berikan untuk kita..

Sekolah kehidupan...

Akhir-akhir ini saya lagi semangat-semangatnya untuk mencari mengenai konsep pembelajaran yang inovatif dan berbeda dari mainstream. Kayaknya sih efek dari nonton film "3 idiot" sama "Dragon Zakura" deh, makanya saya jadi tertarik bangett..nget..nget...sama yang namanya konsep PAIKEM(Pembelajaran Aktif Inovatif Efektif dan Menyenangkan) yang sebagian besar ditawarkan oleh sekolah-sekolah alternatif.

Dan alhamdulillah, semester ini matakuliah yang saya ambil selalu bersinggungan dengan hal-hal tersebut yang membuat saya semakin penasaran sama konsep pembelajaran yang menyenangkan.

Belajar itu..sebenarnya gak menyenangkan menurut saya..

Kita harus duduk, diam, dengerin guru ngoceh sana-sini, terus ngerjain soal-soal yang kadang ngeliatnya aja kita males.

Yup..konsep belajar yang saya sebutkan barusan itu memang sering kita temui di sekolah-sekolah konvensional. Gak asik dan ngebetein..

Saya ingat banget ketika saya masih SD, melihat guru yang ceramah di depan kelas itu layaknya nonton tv. Kayaknya ada jarak antara guru dengan saya yang terkadang membuat saya jadi agak segan ketika harus berhadapan dengan guru saya. Selain itu ketika jaman SD sampai SMP kemampuan berbicara di depan umum itu kurang diasah. Saya mulai merasa PD ketika berbicara di depan umum itu ketika saya duduk di kelas 3 SMA. Sebelum-senelumnya saya paling enggan angkat bicara ketika ada diskusi. Mudah saja saya berdalih kalau saya itu orangnya gampang speechless dan sebagainya, padahal saya hanya kurang PD dan juga kurang latihan pada saat itu.

Makanya, banyak diantara orang-orang pintar yang tidak bisa mempresentasikan hasil karyanya karena didikan jaman dulu yang mengarah ke guru(teacher center) bukannya ke murid(student center)

Tapi..alhamdulillah wa syukurillah..saya masuk di jurusan Teknologi Pendidikan.

Awalnya saya pikir mungkin nantinya saya akan jadi guru TIK, tapi ternyata..TP lebih dari itu dan gak sesempit itu, karena komponen teknologi itu kan bukan cuma hardware nya aja, tapi juga ada software dan brainware.

Setelah menyelami lebih dalam mengenai TP..ternyata TP itu berfokus pada masalah BELAJAR..

Belajar yang terkadang dijadikan sebuah momok karena kesalahan dalam cara pengemasannya yang kurang menarik yang membuat murid-murid itu alergi ketika mendengar kata "belajar".

Padahal belajar itu kan sebuah fitrah menurut saya. Belajar itu merupakan modal manusia untuk dapat mempertahankan hidupnya. Dan belajar itu tidak hanya yang terjadi di sekolah, dalam waktu dan tempat yang ditentukan.

Belajar itu dimana saja dan kapan saja..

Dan mestinya kita harus semangat dalam belajar..

Menemukan hal-hal baru yang awalnya kita gak tau soal itu..

Mendapatkan pengalaman-pengalaman baru yang dulu gak pernah kita temui..

Mengetahui banyak hal yang dulu kita tak pernah bayangkan..

Mestinya seperti itu konsep belajar yang ada di pikiran kita..sesuatu yang asyik dan menyenangkan dan bikin penasaran yang membuat kita ingin dan ingin tau lagi lebih banyak.

Makanya nih..saya harus semangat buat nyari ilmu juga..masak sih pengen orang pada seneng belajar tapi saya sendiri gak seneng belajar..cuma omong doang kalo gitu maah..

"semuanya itu dimulai dari diri kamu sendiri sebagai mahasiswa TP yang harus senang dengan belajar" Kata seorang professor TP ketika sedang ada diskusi. Dalam hati saya jadi malu liat diri saya yang masih sering malas-malasan ketika dikasih tugas dan gembira banget ketika dosen gak masuk, ckckckck...

Okey...gak ada kata terlambat untuk BELAJAR..saat ini saya harus BELAJAR untuk mencintai BELAJAR itu sendiri..karena BELAJAR adalah sarana untuk menjadi insan yang mulia di hadapan Allah..

KEEP FIGHTING FOR ALLAH!

hamasah!